Minggu, 14 Agustus 2016

Innalillahi Wainna Ilaihi Raji’un, Ustadz Abu Saad Muhammad Nur Huda Meninggal Dunia

إنّا لِلّهِ وَاِنّا إلَيْهِ رَاجِعُوْن
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَه وَارْحَمْه وَعَافِه وَاعْفُ عَنْه ، وَأَكْرِمْ نُزُلَه ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَه ، وَاغْسِلْه بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
بسم الرحمن الرحيم
Telah meninggal dunia al-ustadz al-mujahid al-walid Abu Sa’ad Muh Nurhuda -Rahimahullah-, berat rasanya menyampaikan hal ini, namun tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali hanya mendo’akan beliau dan meneruskan perjuangan beliau. Beliau meninggal di Pekanbaru.
Foto al-ustadz al-mujahid al-walid Abu Sa’ad Muh Nurhuda -Rahimahullah

Hari Senin tanggal 12 Dzulqa’dah 1437 H / 15 Agustus 2016 … di Pekanbaru ketika akan mengisi kajian.
Mashaallah kita tidak ketaui usia kita ..beliau relawan Indonesia yang menyalurkan bantuan ke Palestina dan Suriah dan koordinator penyaluran dana radio dan tv rodja….

Jejak Perjalanan Ustadz Abu Sa’ad Mengirimkan Bantuan untuk Kaum Muslimin Suriah bersama “Peduli Muslim” Berhasil Menembus Suriah, dengan Sambutan Ledakan Mortar & Tembakan Sniper

Kemarin sore, merupakan kontak terakhir saya dengan Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda, M.A hafizhahullah sebelum beliau memulai perjalanan menuju Suriah. Saat itu, beliau masih berada di Istambul, Turki untuk melakukan persiapan keberangkatan. Rencana awal, beliau akan berangkat bersama-sama dengan rekan dari Yaman, tetapiqadarullah rekan dari Yaman tersebut terdapat permasalahan dalam hal paspor sehingga tidak bisa ke Istambul.
Selain itu, terdapat berita duka pula bahwa salah seorang shahabat dari kota Aleppo, yang sudah siap membantu Peduli Muslim dalam menyalurkan bantuan, tertembak kepalanya ketika hendak membantu menarik rekannya yang duluan tertembak dan meninggal seketika. Di Aleppo, tidak hanya dipenuhi tentara Bashar, tetapi juga banyak pula tentaraHizbullahdari Libanon. Hizbullah membantu Bashar Al-Assad karena mereka sama-sama beraliranSyi’ah. Info terakhir yang saya peroleh, rekan kita yang tertembak tersebut masih hidup, namun kondisinya kritis. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, dan menjadikannya di antara mujahid di jalan Allah.
Dengan kondisi demikian, tugas Ustadz Abu Sa’ad menjadi sangatlah berat. Beliau juga membawa amanah dari pendengar Radio Rodja dengan jumlah yang cukup besar. Dengan seorang diri, beliau harus:
  • Menghubungi orang-orang yang siap membantu beliau
  • Menyiapkan bahan-bahan bantuan,
  • Mendistribusikan bahan-bahan bantuan tersebut,
  • Pendokumentasian kegiatan, sebagai laporan kepada kaum muslimin (khususnya pendengar Radio Rodja dan donatur Peduli Muslim)
Semua hal di atas harus beliau lakukan di tengah situasi keamanan yang sangat tidak kondusif. Namun, alhamdulillah kami mendengar kabar gembira di hari berikutnya…
Hari berikutnya ….
Ustadz Abu Sa’ad berangkat dari Istambul pada pukul 03.00 dini hari berikutnya menuju bandara Sabiha (perjalanan tempuh +/- 45 menit). Setelah itu, dilanjutan perjalanan udara sekitar 1,5 jam menuju kota Hatay, dekat perbatasan Turki – Suriah. Setelah itu, dilanjutkan menuju Kamp Pengungsian Al-Karamah di kota Atema – Suriah, dan membagikan logistik di kamp tersebut.
Foto: Kamp Pengungsian Al-Karamah, Kota Atema – Suriah


Setelah pembagian logistik di Atema usai, dilanjutkan perjalanan menuju kota Aleppo. Begitu sampai di Aleppo, Tim Peduli Muslim langsung disambut dengan ledakan mortar dan tembakan-tembakan sniper tentara rezim Syiah Bashar Al-Assad. Bahkan, mobil yang ada di depan tempat pemberhentian tim pun tidak luput dari tembakan mereka.Wallahu Musta’an
Kami memohon kepada Allah ta’ala agar menjaga dan melindungi guru kami, Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda, M.A, dan menjadikan tugas beliau di Suriah ini sebagai amalan yang ikhlas karena-Nya.
—–
Wahai kaum muslimin….
Tidak tahukah Anda? Seorang remaja putri di Suriah sampai mengatakan,
إن كنتم عجزتم عن نصرتنا فأرسلوا لنا حبوب منع الحمل فقد عاثوا فينا فسادا
” Jika kalian tidak mampu menolong kami, kirimkan kepada kami pil anti hamil karena mereka (rezim Syi’ah) telah berbuat kerusakan pada diri kami…!”
Allahu musta’an…
DI MANAKAH KEPEDULIAN KAUM MUSLIMIN DI SAAT ANAK-ANAK SURIAH KEHILANGAN ORANG TUANYA?
DI MANAKAH KEPEDULIAN KAUM MUSLIMIN DI SAAT PARA WANITA SURIAH KEHILANGAN SUAMI MEREKA?
DI MANAKAH KEPEDULIAN KAUM MUSLIMIN DI SAAT DESINGAN PELURU MENJADI KEHIDUPAN SAUDARA-SAUDARA KITA DI SURIAH?
DI MANAKAH KEPEDULIAN KAUM MUSLIMIN DI SAAT PARA WANITA SURIAH DINODAI KEHORMATANNYA?
Ya Allah… tolonglah saudara-saudara kami di Suriah dari kejahatan kaum Syi’ah Bashar Al-Assad dan sekutunya ….[tabayyunnews]
Bantuan kemanusiaan dari pendengar Radio Rodja



Menghilangnya Kemuliaan Seorang Guru

Padahal, jika kita renungkan kembali bukankah yang menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter anak bangsa adalah seorang guru
RABU (10/08/2016) kemarin, Indonesia kembali di gemparkan dengan berita yang sangat miris, dimana seorang guru dipukul hingga berdarah oleh orang tua siswa dikarenakan memarahi anaknya yang tidak mengerjakan PR dan memilih untuk mengumpat saat dimarahi.
Dianiayanya guru oleh orang tua siswa menunjukkan pemerintah gagal melindungi guru dari gangguan pihak luar. Seharusnya tak ada ruang buat siapapun masuk ke dalam sekolah apalagi dalam keadaan emosi, jika ini tidak disikapi dengan baik maka hal serupa akan terus terjadi.
Kejadian seperti ini bukan kejadian pertama kalinya, karena sebelumnya kita pernah dihadirkan berita serupa; seorang guru yang merazia rambut muridnya malah di cukur balik oleh orang tua murid, seorang guru yang mencubit muridnya karena tidak mau sholat dhuha malah dilaporkan dan dituntut oleh orang tua murid.
Rentetan kejadian di atas seolah menyiratkan bahwa saat ini posisi sebagai guru tidak lagi dihormati. Guru yang berpredikat sebagai ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ ini semakin tidak dihargai. Padahal, jika kita renungkan kembali bukankah yang menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter anak bangsa adalah seorang guru? Bukankah yang menjadikan generasi-generasi kita cerdas dan berakhlak pun tak lepas dari peran seorang guru?
Jika kita telisik akar masalahnya, kita akan temukan bahwa kejadian-kejadian yang menimpa guru saat ini diakibatkan oleh masih di terapkannya sistem buatan manusia. Adapun salah satu produk yang selalu dijadikan senjata oleh murid adalah ‘Hak Asasi Manusia’. Alhasil, siswa selalu merasa terlindungi karena apabila guru memarahi mereka siswa memiliki hak untuk melaporkan tindakan gurunya.
Islam sebagai agama yang sempurna sangat memuliakan seorang guru. Dalam Islam, guru memiliki kedudukan yang tinggi karena guru merupakan orang yang berilmu. Allah SWT berfirman, “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al-Mujadalah: 11).
Oleh karena itu, dapat kita simpulkan bahwa solusi tuntas untuk mengatasi kejadian memilukan seperti yang telah dipaparkan diatas adalah dengan menerapkan aturan Islam secara kaffah dalam setiap aspek kehidupan tak terkecuali pendidikan. Dengan Islam profesi sebagai guru akan kembali dihormati dan dihargai. Dengan Islam, generasi berkarakter akan dilahirkan karena pondasi dalam sistem pendidikan Islam adalah aqidah Islam. [islampos]

Innalilahi, Imam Masjid di New York dan Asistennya Ditembak Mati Usai Sholat

Imam Maulama Akonjee dan asistennya ditembak kepalanya dari belakang saat berjalan usai shalat.

Islam Kaffah - Kejahatan kemanusiaan kembali dialami warga muslim di Amerika. Seorang Imam Masjid dan asistennya di Queens, New York, Amerika ditembak pria bersenjata usai menjalankan ibadah sholat.
Pejabat Polisi New York, Henry Sautner mengatakan, Imam Maulama Akonjee, 55 dan asistennya Thara Uddin, 64, ditembak di belakang kepala saat mereka meninggalkan Masjid Jame Al-Furqan, sekitar pukul 14.00 pada hari Sabtu, waktu setempat.
Seperti diansir CBC dan dikutip AP, kepolisian New York masih belum bisa memastikan motif serangan terhadap imam masjid tersebut. Namun jama’ah masjid mengatakan bahwa penembakan itu merupakan dampak dari sikap kebencian dan anti-Islam dari beberapa tokoh politik dinegara Paman Sam tersebut.
“Penembakan itu bisa menjadi hasil bersih dari politik yang sedang terjadi,” kata Millat Uddin, salah satu jemaah masjid, seperti dikutip CBC, Ahad (14/8/2016).
“Kami benar-benar merasa tidak aman di saat seperti ini, Ini benar-benar mengancam kami, ancaman untuk masa depan kami, ancaman bagi mobilitas kami di lingkungan kami, dan kami menuntut keadilan.” ungkapnya.[Islamedia/CBC/AP/YL]
Kronologi
Seorang imam dan seorang asistennya ditembak mati saat mereka berjalan di jalanan di wilayah Queens, New York, kata polisi.
Kedua orang dihampiri dari belakang oleh seorang pria yang lalu menembak keduanya di kepala mereka, kata seorang juru bicara polisi.
Imam Maulama Akonjee, 55, baru dua tahun lalu pindah dari Bangladesh ke kota itu, menurut beberapa laporan.
Korban kedua disebut oleh media sebagai asisten imam di masjid, Thara Uddin. Ia dibawa ke rumah sakit namun meninggal beberapa waktu kemudian.
Polisi mengatakan 'belum ada indikasi' kedua orang itu dibunuh karena iman mereka.
Seorang pria yang menyandang senjata terlihat meninggalkan lokasi penembakan di kawasan Ozone Park area, tapi belum ada yang ditangkap.
Polisi mengatakan tersangka memiliki 'penampakan biasa.'

Muslim Bangladesh sekitar lokasi penembakan sang imam di New York.
Sejumlah kawan Imam Akonjee mengatakan kepada media, sang imam baru saja meninggalkan masjid setelah shalat ketika ia ditembak.
Masjid itu melayani sejumlah besar masyarakat Bangladesh di Ozone Park.
Sejumlah orang dari komunitas Muslim sekitar berkumpul di tempat kejadian untuk berunjuk rasa, dan menyebut penembakan itu kejahatan berbasis kebencian, meskipun polisi mengatakan motifnya masih diselidiki.
Sandal-sandal masih tampak di lokasi pembunuhan Imam Akonjee dan asistennya.
Seorang jemaah masjid, Milat Uddin, mengatakan kepada Associated Press bahwa pihak berwenang harus memperlakukan pembunuhan itu sebagai kejahatan berdasar kebencian.
"Kami benar-benar merasa tidak aman di saat seperti ini," katanya kepada CBS New York. "Ini benar-benar mengancam kami, ancaman untuk masa depan kami, ancaman bagi mobilitas kami di lingkungan kami, dan kami menuntut keadilan."
Di mata keponakannya, sang imam adalah seoang yang lembut. Disebutkan Rahi Majid, kepada New York Daily News. "Kita bisa melihatnya turun ke jalanan dan menyaksikan kedamaian yang disebarkannya."

SUMBER: Islammedia | BBC Indonesia

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes